Ayo merapat!

Selamat pagi.
Maaf mengganggu.
Jadi, fix buka bareng eps.3 nya:
Tanggal 3; Di rumah Rendra yang ga bisa kurus-kurus; HTM 20rb
Dimohon partisipasinya. Jadi mitra yang baik doooong ya 😉
Benar-benar diharapkan konfirmasinya.

Ini acara rutin kita setiap tahun dan ini acara yang banyak ngundang harapan (aku pribadi) untuk ketemu kalian semua. Kalian yang 2 tahun namanya tak perah absen dari otakku dan kalian yang bisa membuat aku tertawa renyah ditiap harinya. Semoga pertemuan kita itu bisa jadi quality time.

Sisa-sisa saksi bisu

Apa kabar Jogja(ku)? Apa kabar Lampungku? Apa kabar Jeparaku? Apa kabar sekolahku? Apa kabar kelasku? Apa kabar teman-temanku? Apa kabar kenanganku? Iya, kenangan yang jauh tertinggal berbulan-bulan silam.
Aku kembali hadir di ruangan ini, yang entah kenapa semua masih terasa lekat, begitu lekat bahkan. Semua sisi-sisi dalam ruangan ini kembali menyuguhkan canda tawa, emosi, ketegangan, kecewa, dan rasa-rasa yang lain yang begitu sempurna. Haai kawan, aku disini. Di ruang yang selama 2 tahun kita huni bersama. Di sudut-sudut yang (aku) selalu terbelenggu masa lalu. Bersama dia. Bersama mereka. Bersama sisa-sisa saksi bisu. Semua masih sama dan aku kembali memutar musik dg beberapa playlist yang setia menemani 2 tahun kita. Uuuuh, lengkap sudah kenangan-kenangan kita. Hanya saja waktu; waktu hadir begitu sempurna yang aku pun tidak tau, jika kami(29) kembali dipertemukan dalam ruang ini untuk bertatap(kembali), tentu sudah beda,suasana. Aaaaa tak apa. Cukup aku datang bersama Lucy dan singgah hampir 1 jam di ruang ini daaan ditemani dengan lagu-lagu (kita) sudah membuat aku tersenyum simpul bersama kenangan-kenangan itu. I miss you guys 🙂

Aku masih berharap (lagi) tak ada yang lebih indah dari senyum-senyum ceria kala itu. Bersama. Bahagia.
Tak ada cerita yang justru membuat satu pandangan kembali (terus dan terus) memburuk. Bukan itu yang kuinginkan.

Bukankah?

Bukan kah jarak dan kenangan seharusnya membuat kita mengerti arti dari sebuah kebersamaan? Bukankah dengan adanya itu semua kita masih saling menjaga? Ya. Jangan jadikan semua itu umpan dan kesempatan yang menghancurkan arti dari semua itu!

Dewasa ?

Bukan kah kita sudah dewasa kawan ?Ya, Benar!
Tapi coba lihat sifat-sifat kita, apa masih bisa dikategorikan sebagai seorang dewasa ?
Bercermin. Bagaimana perilaku kita kepada orang-orang disekitar ?
Masalah. Bukan gitu menyelesaikan masalah, bicara lah baik-baik dan luruskan apa yang menjadi kesalah pahaman.

Bukan dilihat dari umur atau wajah, tapi pola pikir!
Buat yang disana dimana pun.